Parameter name: request
Memasang iklan di blog merupakan cara yang paling mudah dilakukan untuk mendapatkan uang dari blog. Salah satu penyebabnya adalah karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu, pikiran dan tenaga untuk membuat produk atau jasa sendiri dan melayani keluhan pelanggan apabila ada keluhan atas pemakaian produk atau jasa yang diiklankan karena itu toh bukan produk atau jasa Anda sendiri. Selain itu, secara teknis memasang iklan di blog atau website memang sangat mudah. Anda hanya tinggal mendaftar, memilih kategori iklan dan memasang script iklan di blog atau website Anda. Ada dua jenis iklan yang bisa Anda pasang di blog Anda. Pertama, yang akan saya bahas sekarang adalah iklan yang berasal dari ad network atau jaringan iklan online. Kedua adalah iklan premium yang akan saya bahas pada artikel selanjutnya.
Ad network atau jaringan iklan online adalah perusahaan atau website yang menghubungkan para pemasang iklan (advertiser) dengan para pemilik website atau blog (publisher) yang menjual tempat untuk memasang iklan. Dibandingkan memasang iklan premium, kelebihan memasang iklan yang berasal dari ad network atau jaringan iklan online adalah Anda bisa fokus menulis artikel yang berkualitas tanpa harus bersusah payah mencari orang yang mau memasang iklan di blog Anda. Kalau traffic blog Anda masih rendah tentu saja tidak ada orang yang mau memasang iklan di blog Anda. Dengan bergabung di jaringan iklan, Anda memiliki peluang untuk mendapatkan uang dari iklan. Namun tentu saja, Anda tetap harus memiliki traffic blog yang tinggi agar pendapatan iklan Anda semakin tinggi.
Memasang iklan dari ad network atau jaringan iklan tentu juga memiliki kekurangan, yaitu jaringan iklan memiliki peraturan dalam pemasangan iklan yang harus Anda ikuti. Hal ini tentu saja mengurangi kebebasan Anda dalam memasang iklan. Anda juga tidak bisa menentukan iklan-iklan apa saja yang mau Anda tampilkan di blog atau website Anda.
Jenis-Jenis Ad Network (Jaringan Iklan)
Tidak semua jaringan iklan itu sama. Ada tiga jenis jaringan iklan di Internet yaitu:
1. Horizontal Ad Network atau Jaringan Iklan Horizontal
Horizontal ad network atau jaringan iklan horizontal adalah jaringan iklan yang memiliki target pasar yang luas, tidak terbatas pada satu industri tertentu. Kekurangan dari jaringan iklan horizontal adalah pemasang iklan atau advertiser tidak bisa memilih di mana iklan mereka akan dipasang. Pemasang iklan sulit mencapai target pasar mereka dengan menggunakan jaringan iklan horizontal. Demikian juga dengan pemilik blog atau website, mereka juga tidak bisa memilih iklan yang sesuai dengan isi blog atau website mereka. Di sisi lain, jaringan iklan horizontal cocok untuk pemasang iklan yang ingin memasarkan produknya secara luas di Internet atau pemilik blog yang isi blognya tidak niche.
2. Vertical Ad Network atau Jaringan Iklan Vertikal
Vertical ad network atau jaringan iklan vertikal adalah jaringan iklan yang memiliki target pasar yang spesifik atau terbatas pada suatu topik tertentu. Sebagai publisher, kalau Anda memiliki blog atau website yang fokus pada suatu topik tertentu, maka gunakanlah jaringan iklan vertikal. Salah satu contoh jaringan iklan vertikal Indonesia adalah adsensecamp.com, di mana Anda bisa memilih kategori iklan yang ingin Anda tampilkan di blog atau website Anda.
3. Platform Network atau Jaringan Iklan Platform
Platform network merupakan jaringan iklan yang memasang iklan pada platform digital seperti telepon genggam, contohnya smaato.
Model Pembayaran Ad Network (Jaringan Iklan)
Untuk mendapatkan uang dari ad network atau jaringan iklan, Anda harus
mendaftar sebagai pemilik blog atau website atau disebut juga publisher. Sebaliknya kalau Anda mau memasang iklan, Anda harus mendaftar sebagai pemasang iklan atau disebut juga advertiser. Sebelum memasang iklan di blog atau website, Anda perlu mengetahui bahwa ada beberapa model pembayaran iklan online yang dikenal di Internet yaitu sebagai berikut:
1. Cost Per Action (CPA)
Cost Per Action (CPA) adalah model pembayaran iklan online di mana pemasang iklan (advertiser) membayar berdasarkan aksi tertentu atas iklan yang dipasang. Aksi yang diinginkan tersebut bisa berupa mengklik iklan, mengisi formulir keanggotaan maupun membeli produk.
a. Pay Per Click (PPC) atau disebut juga Cost Per Click (CPC)
Pay Per Click atau PPC adalah suatu model pemasangan iklan di Internet di mana pemasang iklan (advertiser) yang bergabung di jaringan iklan akan membayar pemilik blog atau website yang menjual tempat pemasangan iklan (publisher) apabila ada pengunjung yang mengklik iklan tersebut. Pada iklan PPC, aksi yang diinginkan adalah mengklik iklan. Blog atau website yang memasang iklan PPC akan menampilkan iklan apabila memiliki isi atau kata kunci yang sesuai dengan daftar kata kunci pemasang iklan.
Kelebihan iklan Pay Per Click atau PPC adalah Anda bisa mulai memasang iklan di blog atau website dan mulai mendapatkan sedikit uang walaupun traffic blog atau website Anda masih rendah. Cara pemasangan iklan PPC juga sangat mudah. Namun, Anda harus memperhatikan lokasi penempatan iklan PPC di blog atau website Anda. Lokasi yang terbaik adalah di bagian atas halaman blog atau website Anda.
Di Indonesia, jaringan iklan yang paling banyak adalah jaringan iklan Pay Per Click (PPC). Tentunya jaringan iklan PPC tersebut menampilkan iklan dalam bahasa Indonesia. Jaringan iklan asing yang juga menampilkan iklan dalam bahasa Indonesia adalah Google Adsense. Beberapa contoh jaringan iklan Pay Per Click (PPC) adalah:
- Jaringan iklan PPC asing: google adsense, adbrite, chitika. Google Adsense dan Adbrite merupakan jaringan iklan PPC asing yang menerima blog dalam bahasa Indonesia.
Langkah-langkah untuk menjadi publisher sangatlah mudah, adsensecamp memiliki halaman khusus yang membahas hal ini.
b. Pay Per Lead (PPL) atau disebut juga Cost Per Lead (CPL)Pay Per Lead atau PPL adalah model pembayaran iklan online berdasarkan jumlah orang yang melakukan pendaftaran pada halaman blog atau website tujuan. Aksi yang diinginkan adalah pengunjung memberikan data pribadi seperti nama, alamat email, dan data-data pribadi lainnnya. Contoh jaringan iklan Pay Per Lead (PPL) adalah: inadco, revresponse, neverblue.c. Pay Per Sale (PPS) atau disebut juga Cost Per Sale (CPS)
Pay Per Sale (PPS) merupakan variasi lain dari Cost Per Action (CPA) di mana pemilik blog atau website (publisher) akan mendapatkan uang berdasarkan penjualan yang terjadi dari iklan yang ditampilkan. Aksi yang diinginkan adalah pengunjung membeli produk dari iklan yang ditampilkan. Mendapatkan uang dari model Pay Per Sale tentu lebih susah dibandingkan Pay Per Click dan Pay Per Lead. Kalau Anda menggunakan model Pay Per Sale, tulislah review atau ulasan mengenai produk yang Anda iklankan. Ini akan membantu calon pembeli untuk mengenal produk dengan lebih baik. Contoh jaringan iklan Pay Per Sale (PPS) adalah: clickbank, shareasale, clixgalore.2. Pay Per Impression (PPI) atau Cost Per Impression (CPI) atau Cost Per Mille (CPM)
Sedikit berbeda dengan Cost Per Action (CPA), pada model Pay Per Impression atau PPI jaringan iklan akan membayar pemilik blog atau website (publisher) setiap seribu (1.000) kali penanyangan iklan. Semakin tinggi jumlah traffic Anda, misalnya 10.000, tentu semakin besar pendapatan yang bisa Anda dapatkan dari iklan Pay Per Impression. Contoh jaringan iklan Pay Per Impression (PPI) adalah: axill, advertising, adtegrity.
Memilih Ad Network (Jaringan Iklan) yang Tepat
Ada beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan sewaktu memilih jaringan iklan yang akan Anda pasang di blog atau website Anda, yaitu
1. Bahasa. Pilihlah jaringan iklan yang memiliki iklan dalam bahasa yang sama dengan bahasa yang digunakan pada blog atau website Anda.
2. Jenis jaringan iklan dan kategori iklan. Apabila Anda memiliki topik blog atau website yang niche, pilihlah jaringan iklan vertikal dan kategori iklan yang sesuai dengan topik blog atau website Anda. Sebaliknya, kalau Anda memiliki topik blog atau website yang luas dan pengunjung blog atau website Anda juga tidak memiliki suatu kesamaan, maka Anda bisa memasang iklan dengan kategori yang berbeda-beda.
3. Kualitas iklan. Kualitas iklan yang dimaksud disini adalah apakah iklan yang muncul sesuai dengan kategori iklan yang telah Anda pilih, apakah iklan yang muncul sesuai dengan topik blog atau website Anda, apakah iklan yang muncul merupakan merek produk yang terkenal. Hal ini baru bisa Anda ketahui setelah iklan terpasang di blog atau website Anda selama beberapa waktu atau Anda bisa menanyakan kualitas iklan dari suatu jaringan iklan ke blogger lain yang sudah menggunakan jaringan iklan tersebut.
4. Pembayaran. Pilihlah jaringan iklan yang memberikan bayaran yang tinggi dan terbukti selalu melakukan pembayaran kepada anggotanya tepat waktu. Sebagai contoh, publisher atau pemilik blog atau website di adsensecamp.com akan mendapatkan Rp 300,- untuk setiap iklan teks yang diklik dan Rp 400,- untuk setiap iklan gambar yang diklik.
5. Statistik. Data statistik iklan sangat penting untuk mengetahui efektivitas iklan yang Anda pasang. Contoh: dengan mengetahui jumlah klik pada iklan, maka Anda bisa menentukan apakah traffic blog atau website yang harus ditingkatkan atau kategori iklannya yang perlu diganti.
Apabila Anda sudah memasang iklan di blog atau website Anda, jangan berhenti kalau pendapatan dari iklan tersebut tidak sesuai dengan harapan Anda. Cobalah ganti posisi iklan, tingkatkan lagi traffic blog atau website Anda. Mungkin juga kategori iklan yang Anda pasang tidak sesuai dengan isi blog atau website Anda.
Demikian artikel mengenai cara mendapatkan uang dari blog atau website dengan memasang iklan di blog dari ad network atau jaringan iklan. Pada artikel selanjutnya saya akan menulis mengenai cara mendapatkan uang dari blog atau website dengan memasang iklan premium.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar